Teknik ini saya beri nama teknik menggunakan perkiraan. Teknik ini sering digunakan oleh siswa dan biasanya dikenal dengan coba-coba. Tetapi ada perbedaan antara perkiraan dan coba-coba, kl perkiraan ada alasan logis sebagai dasar pemikirannya sedangkan teknik coba-coba biasanya berjalan begitu jalan dengan alasan siapa tahu ketemu jawabannya.
Soal seperti ini butuh kehlian dan kejelian khusus, karena biasanya soal-soal keliatan sudah biasa dikenal tetapi sulit untuk memulai pengerjaannya. Untuk itu, siswa seharusnya juga dilatih untuk berpikir secara logis akan segala sesuatu yang diperbuatnya. Sehingga dengan begitu, siswa akan selalu mempunyai dasar alasan yang kuat dan bisa mempertanggungjawabkan semua pemikiran, perkataan dan perbuatannya.
Matematika memang dikenal dengan pelajaran untuk melatih otak berpikir logis. Kelogisan suatu pernyataan (pemikiran, perkataan dan perbuatan) memang mempunyai ukuran tertentu. Misalnya seorang anak SD belajar tentang penjumlahan, dijelaskan dengan sedotan saja sudah logis bagi dia. Tetapi untuk seorng mahasiswa, dia akan selalu berpikir bagaimana bisa 2 + 2 = 4? Walau salah seorang menjelaskan bahwa itu adalah definisi tetapi hal itu belum memuaskan otaknya. Ternyata penjumlahan bilangan itu bisa dibuktikan (saya lupa alamat webnya, kalau mau coba saja cari google-scearh).
Untuk lebih tahu dan jelasnya, silahkan unduh di sini teknik pengerjaan soal olimpiade menggunakan perkiraan.
31 Maret 2009
17 Maret 2009
Teknik Pengerjaan Soal Olimpiade 5
Pada teknik kelima ini, akan dijelaskan bagaimana mengerjakan soal-soal Olimpiade Matematika denganteknik menggunakan bantuan. Tek menggunakan bantuan ini cenderung digunakan untuk mengerjakan soal-soal geometri, tetapi tidak menutup kemungkinan untuk materi yang lainnya juga. Pada materi geometri, biasanya ada beberapa informasi yang tidak dituliskan pada soal, tetapi informasi tersebut berlaku benar dan dibutuhkan dalam menyelesaikan soal tersebut. Memunculkan informasi tersebutlah yang dimaksud dengan teknik menggunakan bantuan. Informasi-informasi tersebut bisa berupa penambahan segmen garis atau definisi/teorema yang terkait dengan soal.
Menurut pengalaman penulis, soal geometri merupakan soal yang amat sulit bagi sebagian besar siswa. Hal ini diperoleh dari penulis pada saat mengajar siswa kelas 9 materi kesebangunan dan kongruensi. Siswa masih sulit mengumpulkan data-data “tersembunyi” yang terkait dengan soal yang diberikan. Hal ini bisa diatasi dengan memberikan latihan yang banyak (drill) pada siswa sehingga mereka akan menemukan pola berpikirnya sendiri.
Untuk lebih jelasnya bisa dibaca pada file yang bisa diunduh di sini.
Menurut pengalaman penulis, soal geometri merupakan soal yang amat sulit bagi sebagian besar siswa. Hal ini diperoleh dari penulis pada saat mengajar siswa kelas 9 materi kesebangunan dan kongruensi. Siswa masih sulit mengumpulkan data-data “tersembunyi” yang terkait dengan soal yang diberikan. Hal ini bisa diatasi dengan memberikan latihan yang banyak (drill) pada siswa sehingga mereka akan menemukan pola berpikirnya sendiri.
Untuk lebih jelasnya bisa dibaca pada file yang bisa diunduh di sini.
11 Maret 2009
Teknik Pengerjaan Soal Olimpiade 4
Teknik menggunakan definisi/teorema/rumus saya hadirkan diposting sekarang ini. Dalam aplikasinya, diperlukan dasar-dasar pengetahuan (definisi/teorema/rumus) yang harus dikuasai oleh siswa yang akan mengerjakan soal-soal olimpiade matematika. Beberapa definisi/teorema/rumus telah dipelajari siswa di ruang kelas di sekolah. Akan tetapi masih banyak ilmu (definisi/teorema/rumus) yang belum ada di kurikulum sekolah sehingga guru tidak memberikannya di kelas.
Untuk siswa yang belum pernah menyinggung sama sekali beberapa definisi/teorema/rumus yang ada pada modul ini, saya berharap kamu tidak perlu khawatir. Karena saya akan memberikan penjelasan lebih lanjutnya pada saat penjelasan materi olimpiade matematika.
Ada hal-hal yang terasa “aneh” dalam mempelajari definisi/teorema/rumus , hal itu dikarenakan banyak di antara kita jarang membaca dan menelaah hal-hal yang sesungguhnya sudah menjadi hal umum dikalangan penggunanya. Untuk itu, bagi siswa yang memanfaatkan blog ini dalam mempelajari soal-soal OM, saya berharap kamu untuk sering membaca dan sering menelaah hal-hal yang baru tersebut.
Untuk memahami teknik ke-4 ini, silahkan kamu unduh di sini.
Untuk siswa yang belum pernah menyinggung sama sekali beberapa definisi/teorema/rumus yang ada pada modul ini, saya berharap kamu tidak perlu khawatir. Karena saya akan memberikan penjelasan lebih lanjutnya pada saat penjelasan materi olimpiade matematika.
Ada hal-hal yang terasa “aneh” dalam mempelajari definisi/teorema/rumus , hal itu dikarenakan banyak di antara kita jarang membaca dan menelaah hal-hal yang sesungguhnya sudah menjadi hal umum dikalangan penggunanya. Untuk itu, bagi siswa yang memanfaatkan blog ini dalam mempelajari soal-soal OM, saya berharap kamu untuk sering membaca dan sering menelaah hal-hal yang baru tersebut.
Untuk memahami teknik ke-4 ini, silahkan kamu unduh di sini.
07 Maret 2009
Teknik Pengerjaan Soal Olimpiade 3
Pada posting yang ketiga ini akan dijelaskan teknik pengerjaan soal OM dengan menggunakan variabel. Ciri-ciri soal yang biasanya diselesaikan dengan cara ini adalah soal cerita. Kebiasaan siswa di sekolah jarang memahami kegunaan/manfaat dari belajar tenatng variabel. Dari pengalaman penulis, banyak siswa masih mengandalkan kekuatan “bernalar” dalam menyelesaikan soal-soal cerita. Yang lebih tragis lagi, kebanyakan siswa masih berpikir induktif dalam memahami penyelesaian suatu soal. Kejadian ini akan mengakibatkan siswa mudah tertipu oleh syarat-syarat yang ada pada soal. Sehingga siswa akan memperoleh jawaban yang salah.
Berpikir induktif memang juga diperlukan, tetapi kita harus tahu batasan-batasan yang harus dipenuhi. Dengan menggunakan bantuan varibel maka siswa akan berlatih untuk berpikir deduktif. Di matematika, berpikir deduktif adalah landasan berpikir yang harus ada. Dengan berpikir induktif maka kita akan terbiasa mengambil kesimpulan (jawaban) dengan cermat dan hati-hati.
Untuk lebih jelasnya tentang teknik pengerjaan soal OM dengan menggunakan variabel bisa di unduh di sini
Berpikir induktif memang juga diperlukan, tetapi kita harus tahu batasan-batasan yang harus dipenuhi. Dengan menggunakan bantuan varibel maka siswa akan berlatih untuk berpikir deduktif. Di matematika, berpikir deduktif adalah landasan berpikir yang harus ada. Dengan berpikir induktif maka kita akan terbiasa mengambil kesimpulan (jawaban) dengan cermat dan hati-hati.
Untuk lebih jelasnya tentang teknik pengerjaan soal OM dengan menggunakan variabel bisa di unduh di sini
05 Maret 2009
Teknik Pengerjaan Soal Olimpiade 2
Pada posting pertama, telah diberi contoh soal-soal yang bisa dikerjakan dengan teknik melihat pola. Pada posting kali ini, akan diberikan contoh soal-soal olimpiade matematika yang bisa dikerjakan dengan teknik mendata.
Ciri-ciri soal yang akan dikerjakan dengan teknik ini biasanya adalah soal-soal yang tidak pernah dipelajari rumusnya di sekolah. Jadi soalnya relatif baru, namun demikian, soalnya bisa dimengerti/dipahami oleh peserta OM. Soal terlihat mudah namun perlu kejelian dalam melihat berbagai kemungkinan jawaban yang mungkin. Biasanya peserta OM akan mengalami keputus-asaan jika menemukan soal jenis ini. Padahal soal seperti ini lebih mudah dikerjakan dari pada soal-soal yang dibutuhkan rumus.
Jawaban soal yang dikerjakan dengan teknik ini biasanya relatif banyak, sehingga dalam pengerjaannya bisa digabung dengan teknik pengerjaan soal yang pertama, yaitu teknik melihat pola. Untuk lebih jelasnya, teknik pengerjaan soal olimpiade matematika dengan mendata bisa diunduh di sini.
Ciri-ciri soal yang akan dikerjakan dengan teknik ini biasanya adalah soal-soal yang tidak pernah dipelajari rumusnya di sekolah. Jadi soalnya relatif baru, namun demikian, soalnya bisa dimengerti/dipahami oleh peserta OM. Soal terlihat mudah namun perlu kejelian dalam melihat berbagai kemungkinan jawaban yang mungkin. Biasanya peserta OM akan mengalami keputus-asaan jika menemukan soal jenis ini. Padahal soal seperti ini lebih mudah dikerjakan dari pada soal-soal yang dibutuhkan rumus.
Jawaban soal yang dikerjakan dengan teknik ini biasanya relatif banyak, sehingga dalam pengerjaannya bisa digabung dengan teknik pengerjaan soal yang pertama, yaitu teknik melihat pola. Untuk lebih jelasnya, teknik pengerjaan soal olimpiade matematika dengan mendata bisa diunduh di sini.
Langganan:
Postingan (Atom)